Oleh: Farin's mum | Agustus 7, 2009

Rumah kami

living roomMencari tempat tinggal di Melbourne memang gampang-gampang sulit. Gampang karena umumnya tempat tinggal yang disewakan terdaftar diperusahaan agen rumah dan datanya dapat dilihat di internet. Sulit karena permintaan sewa rumah lebih tinggi dibandingkan dengan ketersediaan rumah, terutama yang berada disekitar kota. Tidak jarang sebuah rumah diperebutkan oleh 40an orang pendaftar, sehingga peluang memperolehnya juga kecil. Ini pula yang memicu harga sewa rumah menjadi semakin tinggi. Sebagai perbandingan kasar, harga sewa per bulan sebuah flat 1 kamar tidur di Melbourne yang lokasinya kira-kira 5 km dari pusat kota sama dengan harga sebuah netbook baru dengan sistem operasi windows. Pertimbangan harga sewa ini pula yang banyak menjadi dasar pemilihan tempat tinggal, terutama bagi para pelajar yang berkeluarga. Karena kesulitan mendapat tempat tinggal, maka tidak jarang sebuah rumah atau flat dengan 2 kamar tidur dipakai bersama oleh 2 keluarga.

Kami tinggal di sebuah flat di daerah Brunswick. Alhamdulillah, lokasi flat ini cukup strategis karena cukup dekat dengan pemberhentian bus dan stasiun kereta. Supermarket dan pasar juga dapat dijangkau dengan berjalan kaki. Selain itu di daerah brunswick ini juga banyak tersedia makanan halal, dari toko daging (halal butchers) sampai restaurants. Daerah brunswick ini memang banyak dihuni oleh komunitas muslim, yang terutama adalah imigran dari Turki. Ada juga sebuah toko buku/perpustakaan yang difungsikan sebagai masjid. Kami bersyukur bisa tinggal di daerah ini.

Tak terasa hampir dua tahun sudah kami tinggal di flat ini. Sebuah tempat tinggal yang terbilang kecil namun memiliki fasilitas cukup lengkap. Flat kami terletak di lantai 2, dengan satu pintu keluar. Flat memiliki sebuah kamar tidur yang sekaligus kami pakai untuk tempat sholat. Flat dilengkapi dengan sebuah dapur yang cukup sesak berisi sebuah kulkas besar, kompor listrik, dan washer untuk mencuci perlengkapan dapur. Menyambung dengan dapur terletak ruang tamu yang sebenarnya cukup luas tapi penuh berisi sofa, meja, rak buku, rak televisi dan radio. Karena terbatasnya tempat, ruang tamu ini juga tempat menaruh mainan anak-anak, dan sebagai ruang tidur kedua. Meskipun kecil, kamar mandi dan toilet ditempatkan terpisah. Kamar mandi dilengkapi dengan shower dan bathtube serta sebuah mesin cuci. Karena keterbatasan tempat juga maka terkadang kamar mandi juga sebagai tempat menaruh sepeda.

Sehari-hari rumah kecil kami ini terasa penuh dengan barang, tapi flat ini akan menjadi berbeda sekali apabila ada inspect dari agen setiap 6 bulan sekali. Ya, saya harus kerja bakti membersihkan semua ruangan setiap kali ada inspect. Ruangan harus bersih tanpa noda. Alhasil seminggu sebelum hari “h” saya sudah mulai kerja bakti dan saya merasa kalau saya belum pernah membersihkan rumah saya pribadi sampai bersih sekali seperti ini. Kekhawatiran selalu datang sebelum inspect dan berharap semoga sang agen puas dengan perawatan rumah kami sebagai penyewa flat. Kehawatiran ini bukan tanpa alasan, karena beberapa teman terpaksa dipotong uang jaminannya untuk membersihkan rumah, atau pada kasus lainnya harga sewa rumah dinaikan.

Pada tahun pertama sulit sekali untuk tinggal di flat ini disebabkan karena perbedaan yang signifikan dengan rumah yang kami tempati di Semarang. Karena flat yang kami tempati saat ini berada di lantai 2, keadaan ini sering diprotes oleh anak-anak. Hal inilah yang merenggut kebebasan mereka untuk berlari-lari atau lompat-lompatan di dalam rumah padahal untuk anak-anak usia 3 tahun keatas berlari dan melompat adalah hal yang sangat menyenangkan. Karena ruangannya yang terbatas juga maka saya merasa kurang nyaman apabila dipakai untuk pengajian dan bila ada teman yang datang berkunjung. Keadaan tetangga juga berbeda dengan waktu di Semarang. Meskipun ketika membuka pintu akan langsung berhadapan dengan pintu flat yang lain, namun terasa seperti tidak memiliki tetangga karena jarang sekali bertemu, dan bila bertemu hanya mengucapkan kata: “hello” atau “how are you?”.

Bagaimanapun, semuanya harus disyukuri. Dengan posisi flat yang di lantai 2, kami merasa aman karena kami bebas membuka jendela rumah yang besar setiap hari sehingga bisa langsung melihat keindahan alam. Di pagi hari, terlihat sang surya mulai nampak disambut dengan siulan burung-burung yang menyambut pagi dan bila di musim semi akan terlihat balon-balon udara berwarna-warni. Pada malam hari, langit dan benda-benda angkasa, bintang dan bulan menjadi pemandangan yang menakjubkan yang diselingi dengan kerlap-kerlip lampu pesawat terbang. Bila bulan purnama maka kamar menjadi terang bermandikan cahaya bulan, indah sekali membuat tidur semakin terlelap. Juga pemandangan yang tidak kalah indahnya bila pelangi muncul sesaat setelah hujan, anak-anak pun dengan riangnya menyanyikan lagu “… sing a rainbow sing a rainbow to you…” menambah kecerian keluarga kecil kami.

Keadaan ini berbeda dengan penghuni di lantai bawah yang sering menutup jendelanya karena khawatir terlihat orang dari luar. Subhanallah betapa kami sangat bersyukur atas segala nikmat-Mu.

Iklan
Oleh: Farin's mum | Juli 25, 2009

Treasure Box

Hari Rabu yang lalu Arin kembali membawa treasure box dari sekolahnya di kindergarten untuk yang ketiga kalinya. Karena sudah untuk yang ketiga kalinya inilah maka Arin bingung sekali apa yang akan Dia show and tell untuk teman-temannya. Pertama Arin ingin menaruh mainan boneka kecilnya tetapi setelah beberapa saat kemudian diganti dengan mainan anjing kecil yang sedang berdiri dan bila ditekan bagian bawahnya maka anjing itu akan membungkuk, menarik sebenarnya tetapi setelah beberapa lama tidak jadi dimasukkan kedalam tresure box nya. Akhirnya koleksi mainan di dalam satu plastik pun dikeluarkan semua, tetapi ternyata Arin tidak juga mendapatkan ide mainan yang akan dibawa. Setelah merasa bingung akhirnya Arin menyerah dan menyerahkan ke Ummi apa yang akan dibawa, dan mulailah Ummi menawarkan beberapa koleksi mainan ada dice, mobil2an, frog yang funny pokoknya semua yang menarik untuk show and tell menurut Ummi tetapi ternyata tidak menurut Arin. Ya sudah akhirnya hari Rabu itu belum dapat ide apa yang akan dimasukkan ke treasure box nya.

Esok paginya sebelum berangkat sekolah giliran  Abi yang dapat tugas dari Arin. Mulailah Abi mencari benda-benda yang menarik seperti rumah-rumahan, buku cerita dan membuat boat dari kertas tapi Arin tidak berminat juga. Akhirnya Abi menawarkan gimana kalo Arin membawa foto yang lagi berdua sama mas Fais. Alhamdulillah akhirnya Arin mau.

Ya. Saya sangat senang sekali kalo Arin dapat giliran membawa Treasure box dari kindergarten yang berarti bahwa Arin mendapatkan kesempatan untuk show and tell didepan teman dan gurunya. Dia harus kedepan untuk mempresentasikan treasure box dengan menyebutkan ciri-ciri isi dari treasure box dan teman-teman menebak apa yang dibawa Arin, setelah itu diperlihatkanlah isi dari treasure box itu. Dengan adanya show and tell itu melatih keberanian anak-anak untuk tampil didepan dengan suasana yang menyenangkan sehingga tidak ada rasa malu ataupun rasa takut salah dalam mengungkapkan apa yang diketahui dari hal-hal yang paling disenangi anak-anak  sehingga anak-anakP1010031c bebas bercerita apa yang diketahuinya.

Presentasi didepan teman dan guru hal itulah yang paling menakutkan saya ketika sekolah dulu. Walaupun sudah mempersiapkan diri sebaik yang saya mampu tetapi pada gilirannya tetap saja tangan terasa dingin dan demam panggung, akhirnya materi yang sudah saya siapkan hanya setengahnya saja yang masih dikepala yang setengahnya lagi hilang entah kemana…

Saya berharap semoga Arin bisa terus memupuk keberaniannya untuk berani tampil didepan sampai besar nanti. Semoga…

Oleh: Farin's mum | April 18, 2009

TAS PLASTIK

Suatu hari ketika kami berbelanja di sebuah toko saya kaget sekali setelah suami selesai membayar barang-barang yang kami beli, karena ternyata di toko tersebut tidak lagi memberikan tas plastik untuk pelanggannya. Kami diberikan sebuah brosur yang berisi tentang store are going green, yang intinya menjelaskan dampak tas plastik terhadap lingkungan dan membawa tas sendiri ketika akan berbelanja lagi, dan kebetulan sekali pada hari itu saya juga tidak membawa tas sama sekali. Dan dari toko nya sendiri juga tidak menjual tas dari bahan kain seperti di toko lainnya. Alhasil barang-barang yang sudah dibeli hanya dibawa dengan tangan saja. Alhamdulillah tidak banyak barang yang dibeli pada saat itu, hanya 2 buku dan 1 celana panjang untuk Arin. Dan ternyata malah menjadi bahan candaan dari suami: “lho kok ada mahasiswi yang bawa buku sama celana, takut celana nya basah ya di kampus” hehehe….

Memang tidak semua toko demikian, ada toko yang memang tidak menyediakan tas plastik tetapi menjual tas dari bahan kain, sehingga bagi pelanggan yang tidak membawa tas bisa membeli tas tersebut. Di toko yang lain mereka mengingatkan pelanggan dengan pertanyaan: “Do you bring your own bags?” di layar monitornya ketika kita membayar belanjaan di kasir. Bila tidak membawa tas sendiri, mereka tetap memberikan tas plastik untuk barang belanjaan itu. Dan bila kita membawa tas sendiri maka si kasir dengan ramah akan memuji: “oh that’s good, thank you”. Dan bila dirasa barang belanjaan yang kita beli sedikit maka si kasir akan bertanya lebih dulu: ‘Do you want a bag?”.

Berbicara mengenai tas plastik, saya jadi teringat beberapa tahun yang lalu. Ketika setiap pagi belanja di tukang sayur langganan saya. Beliau jarang memiliki tas plastik untuk pelanggannya karena tas plastik yang ia gunakan hanya dari tas plastik bekas yang ia dapatkan ketika membeli barang dagangannya. Jadi otomatis, siapa yang belanja lebih dulu maka dia yang akan mendapat tas plastik. Dan saya sering tidak dapat tas plastik karena saya belanja nya belakangan. Karena rumah saya dekat dengan tempat beliau berjualan maka beliau membantu saya membawakan belanjaan sampai rumah.

Pernah suatu kali beliau mengatakan memang tidak membeli tas plastik karena itu berarti akan mengurangi penghasilannya yang tidak banyak, dan beliau lah yang menjadi tulang punggung keluarga disebabkan karena suaminya yang sakit sejak lama. Sejak saat itu, saya mulai rajin mengumpulkan tas plastik yang saya dapatkan ketika berbelanja, ketika sudah terkumpul cukup banyak saya berikan kepada beliau. Dan dengan senyum ramahnya beliau mengatakan: “matur nuwun”. Tidak hanya itu saja kadang beliau memberikan sayuran yang tidak terjual hari itu untuk saya.

Ya, meskipun memiliki alasan yang berbeda tentang tas plastik, tetapi dengan memberikan tas plastik bekas pada tukang sayur, secara tidak langsung saya juga ikut mengurangi pertambahan penggunaan tas plastik baru. Bayangkan, kata brosur yang di dapat dari toko: rata-rata tas plastik belanja hanya digunakan selama 5 menit, namun membutuhkan waktu 1000 tahun untuk mengurainya kembali (break down) menjadi unsur alam.

Oleh: Farin's mum | Februari 21, 2009

Duka Musim Panas

Seperti yang sudah diceritakan ditulisan sebelumnya, diawal summer kali ini masih terasa dingin. Tetapi tidak diakhir Januari, kami merasakan panas hingga 43 derajat selama kurang lebih 3 hari. Udara yang panas dan angin kencang sudah terasa sejak jam 7 am hingga malam hari, dan baru terasa nyaman menjelang dini hari.

Alhamdulillah anak-anak masih menjalani libur panjang kenaikan kelas, sehingga kami tidak perlu untuk keluar rumah. Dan, meskipun didalam rumah udara sama sekali tidak nyaman, mungkin karena kami hanya mengandalkan kipas angin yang angin nya pun terasa sedikit panas. Alhasil fais dan Arin pun akhirnya lebih senang berendam di bathtub. Malam harinya pun kami tidak bisa tidur karena merasa kegerahan.

Sarana public transpot seperti kereta api, banyak mengalami cancel dalam pengoprasiannya karena rel-rel kereta api yang kepanasan. Dan karena itulah maka free public transpot selama 1 hari.

Awal Pebruari, anak-anak sudah kembali masuk sekolah dan Alhamdulillah cuaca cukup bersahabat selama 5 hari weekdays. Dan, Sabtu tanggal 7 Pebruari sudah diperkirakan bahwa di Melbourne dan sekitarnya akan merasakan panas beserta angin kencang lagi karena suhu akan kembali meningkat hingga 46 derajat dan dihimbau sebaiknya tidak keluar rumah, tidak mendekati daerah pedesaan dan hutan. Di hari Sabtu inilah duka mewarnai warga Melbourne khususnya, beribu-ribu hektar hutan dan rumah habis terbakar, belum lagi ratusan korban manusia dan hewan. Hingga tulisan ini dibuat masih terus diupayakan pemadaman api, penyelamatan hewan dan bantuan bagi para korban.

Alhamdulillah hingga saat ini cuaca relatif baik, tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Tetapi duka itu masih ada, masih ada keluarga yang mencari sanak keluarganya yang belum ditemukan termasuk hilangnya 2 orang warga Indonesia. Semoga Allah memberikan kesabaran dan kekuatan bagi keluarga korban. Dan semoga Allah mengganti semua yang hilang terbakar dengan yang lebih baik. Amin.

Oleh: Farin's mum | Februari 21, 2009

CUACA

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Cuaca beberapa hari ini di daerah Brunwick tidak menentu. Di awal summer kali ini sepertinya saya belum merasakan panasnya summer seperti tahun lalu. Udara masih terasa dingin dan kadang mendung masih datang. Sempat juga suhu memanas selama beberapa hari dan saya mengira bahwa summer telah datang, saya pun mulai menyimpan perlengkapan winter seperti: baju tebal, switer, sarung tangan, electric blanket dan heater, tapi ternyata perkiraan saya meleset. Selang beberapa hari kemudian dingin kembali datang, bahkan sempat juga hail (hujan es). Karena tidak tahan dengan dinginnya, akhirnya saya mengeluarkan kembali perlengkapan winter.

Ketka saya sedang jalan-jalan, saya bertemu beberapa orang yang mengatakan this summer is like winter atau ada juga yang bilang cold summer. Ya ternyata orang-orang disini amat sangat memperhatikan keadaan cuaca dan sering kali menjadi topik awal perbincangan. Hampir setiap hari kemanapun saya pergi dan berbincang-bincang dengan orang lain, salah satu pembicaraannya tidak terlepas dari masalah cuaca. Terus terang saja, saya sering kali tidak terlalu peduli dengan cuaca dan jarang sekali mengikuti perkiraan cuaca baik dari televisi ataupun handphone.

Pernah suatu kali, saya mengajak anak-anak pergi ke library, pagi itu cuaca sangat cerah dengan matahari yang bersinar terasa menghangatkan, dan saya perkirakan bahwa hari ini cuaca nya bagus. Tetapi ketika saya dijalan dan di tram saya banyak melihat orang-orang yang membawa payung dan mengenakan jaket, ternyata mereka lebih beruntung dari saya. Ketka sedang di library cuaca kemudian berubah menjadi mendung, agak kaget juga saya ketika mau pulang karena saya tidak membawa payung atau jaket dan tak lama kemudian hujan turun dengan derasnya. Dan pernah juga ketika saya mau datang ke suatu acara, pagi itu cuaca terlihat mendung maka saya pun membawa payung dan memakai jaket, tetapi ketika dijalan bertemu dengan seorang teman, teman saya tidak membawa payung dan juga tidak memakai jaket, ternyata teman saya melihat prakiraan cuaca di televisi bahwa hari ini hanya pagi saja yang mendung dan selanjutnya cuaca akan cerah, akhirnya payung yang saya bawa dan jaket tidak terpakai. Yah, salah kostum lagi. Setelah pengalaman itu sekarang saya pun mulai rajin mengikuti prakiraan cuaca yang sampai satu minggu kedepan sudah diperkirakan cuacanya.

Saya teringat lagu nya Maywood yang berjudul Mother How Are You Today yang dikenalkan oleh guru bahasa Inggris saya waktu SMA dulu ada bait yang berbunyi: this time there will be no delay. Ooh sekarang saya baru merasakan bahwa dinegara 4 musim ternyata cuaca nya sering kali berubah-ubah.

Mother How Are You Today

Mother, how are you today?

Here is a note from your daughter.

With me everything is oke.

Mother, how are you today.

Mother, don’t worry I’m fine.

Promise to see you this summer.

This time there will be no delay.

Mother, how are you today?

Salam sayang selalu untuk ibundaku tercinta di Depok, musim panas kali ini saya masih di Melbourne…

Oleh: Farin's mum | Januari 14, 2009

MELBOURNE DARI KETINGGIAN

<!– @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Eureka Tower

Eureka Tower

Indah, bersih dan teratur. Itulah kesan pertama saat saya melihat kota Melbourne dari ketinggian 300 meter di Eureka Skydeck 88 Tower. Eureka tower terletak di Riverside Quay Southbank Melbourne, masih di area CBD (Central Bisnis Distrik) nya kota Melbourne. Lokasinya yang dekat dengan Yarra river, federation square, dan Flinders street station yang sudah lebih dulu menjadi trade mark nya Melbourne membuat tempat ini seakan menjadi satu paket wisata yang tidak terpisahkan. Tempatnya yang di pusat kota Melbourne sangat mudah dicapai dengan angkutan umum: kereta atau tram (bus rel) dari penjuru Melbourne. Cukup naik kereta dan turun di Finders street station, atau naik tram yang melewati Swanston st dan turun di persimpangan antara Swanston st dan Filinders st, Eureka skydeck dapat dicapai hanya dengan 5 menit berjalan kaki. Tidak perlu penjelasan yang detail, bangunannya yang menjulang tinggi dan terlihat dari kejauhan sudah menunjukan kemana kaki harus melangkah.

Alhamdulillah ketika kami tiba di sana masih belum banyak orang yang datang, sehingga kami tidak perlu antri lama untuk bisa dapat tiket. Kami membeli tiket jenis Family untuk 2 orang dewasa dan 2 anak, dengan harga tiket AUD$39. Sebelum naik lift pengunjung bisa menikmati discovery touch, yang banyak sekali menyajikan informasi tentang Melbourne dan juga kebudayaan aborigin/penduduk asli Australia yang saat ini keberadaannya sudah sulit ditemukan karena tergeser oleh pendatang yang semakin mendominasi.

Melbourne dari ketinggian

Melbourne dari ketinggian

Setelah menikmati discovery touch pengunjung bisa langsung naik lift sampai ketingkat 88. Dengan kecepatan lift yang mencapai 6m/detik, ketinggian 300m vertikal dapat dicapai dalam waktu kurang dari 1 menit. Setelah keluar dari lift saya merasa sedikit pusing, namun akhirnya segar lagi ketika melihat indahnya laut dengan kapal besar yang sedang berlayar di kejauhan. Dari sana pandangan bisa diarahkan ke segala arah, 360 derajat menikmati sudut-sudut kota Melbourne. Tampak Yarra River dan kapal-kapal kecil yang membawa wisatawan menyusuri sungainya yang bersih. Bersih dalam arti tidak ada sampah yang mengapung di air. Gedung perkantoran, apartement, dan hotel-hotel yang berkesan modern berpadu manis dengan bangunan tua yang terawat dengan baik. Flinder Street stasiun dengan kereta yang tidak berhenti datang dan pergi di stasiun juga tram yang melayani penumpang dengan berbagai tujuan terlihat seperti mainan anak-anak “Thomas and his friends”.

Pengunjung juga bisa menikmati angin yang berhembus dari ruangan yang terbuka. Bila lapar atau haus, pengunjung juga bisa membeli aneka makanan dan minuman di kafe yang ada di situ. Tapi kalo saya lebih senang membawa makanan kecil dan minum sendiri. Selain lebih murah kehalalannya juga lebih terjaga.

Setelah puas menikmati pemandangan kami kembali menggunakan lift untuk tiba kembali ke lantai dasar, dan ternyata antrian pengunjung yang akan masuk sudah sangat panjang.

Oleh: Farin's mum | November 19, 2008

Cerita Fais

moreland kinder garten

moreland kinder garten

Sore hari itu, ketika dalam perjalanan pulang sekolah, Fais cerita tentang kegiatannya di sekolah.

Fais: Ummi, tadi ditanyain satu-satu sama Carolin (bu guru): When I grow up, I want to be….

Ummi: Terus mas Fais jawabnya apa?

Fais: Fais bilangnya: Dad

Ummi: Haa!!! Kalo temennya mas Fais jawabnya apa?

Fais: Kalo temen Fais ada yang jawab: kinder teacher, policeman, dr

Ummi: Kok mas Fais enggak jawab kayak temen-temen. Fais mau jadi dosen ya, kayak abi?

Fais: Enggak mi, kayak abi kalo dah besar nanti punya anak, jadi dipanggilnya Dad.

Ummi: O gitu (sedikit kaget, lucu tapi kagum juga).

Saya sedikit kaget karena Fais jawabnya tegas, diluar dugaan saya. Lucu karena ekspresinya serius banget dan kagum karena Fais dah punya keinginan untuk masa depannya. Ya, apapun nanti, Ummi dan Abi doakan semoga Fais akan mendapatkan yang terbaik.

Oleh: Farin's mum | November 13, 2008

Multiculture Day

kelas bahasa Inggris

kelas bahasa Inggris

Berawal dari ide seorang teman di kelas bahasa Inggris untuk mengadakan acara multiculture day, maka pada Kamis 6 Nopember 2008 dikhususkan untuk persentasi multiculture day oleh sang teacher Margaret.

Ya, saya gembira sekali dengan acara “selingan” itu yang pastinya banyak sekali pengetahuan yang akan didapat, meskipun saya bingung sekali, apa ya yang akan saya persentasikan tentang Indonesia khususnya Semarang? Saya pun mencari tahu dari berbagai sumber, dan ternyata banyak sekali yang tidak saya ketahui tentang kota tercinta ini. Selain persentasi, kami juga membawa makanan tradisional, dan pilihan saya jatuh kepada wingko babat, karena bahan utamanya adalah kelapa maka saya menyebutnya coconut cake, betul gak sih? Selama tinggal di Semarang saya tidak pernah berfikir untuk mencoba membuat sendiri, karena mudah didapat dan harganya terjangkau, tapi di Melbourne ini tidak ada yang jual wingko babat, akhirnya mau tidak mau saya buat sendiri. Abi, Fais dan Arin sampai bosen selama beberapa hari makan wingko dari hasil coba-coba resep he he he…..

Dari hasil coba-coba resep akhirnya dapat juga resep yang pas menurut versi saya. Alhamdulillah teman-teman pada suka, ternyata tidak kalah bersaing lho dengan makanan yang dibawa teman-teman, saya juga suka makanan yang dibawa teman-teman tapi lupa namanya…

Teman-teman saya ada Asmiya yang berasal dari Srilanka, Hanada dari Jordan, Ibtisom dari Lebanon, Nani(Semarang) n Leni(Riau) n Lia(Serang) dari Indonesia, Rani dari India dan Ying Wang dari Cina.

QS Al-Hujarat 13: Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.

Oleh: Farin's mum | Oktober 27, 2008

SENYUM

Melb aquarium

Melb aquarium

Fais dan Arin, biarkan Ummi melihat senyuman dibibir dan kecerian dimata kalian yang berharga. Senyumlah, karena hanya senyum kalian yang dapat membahagiakan Ummi. Fais dan Arin tahu betapa Ummi bahagia saat-saat dekat  dengan Fais dan Arin. Oleh karena itu, Ummi harap agar kedekatan kita juga dapat membahagiakan Fais dan Arin.

QS:Al-Furqon,74: Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa”.

Oleh: Farin's mum | September 11, 2008

Waktu berjalan begitu cepat, tidak terasa sudah 1 tahun saya tinggal di Melbourne ini…..

My First Day in Australia

When the plane touched down at Melbourne airport I felt very excited. I arrived in Melbourne at about 7.30 am on Sunday 09/09/07. It was Spring and the weather was too cold for me, who had come from a tropical country.

I realised my life would never be the same because I was in a new country where everything would be different. I was worried because I couldn’t speak English.

I hope a new life in Melbourne would be a happy one for my family…

« Newer Posts - Older Posts »

Kategori