Oleh: Farin's mum | Juli 12, 2010

Farin’s mum berbagi cerita

Ingin menjadi seorang ibu rumah tangga atau ibu bekerja bukanlah sesuatu yang pernah aku rencanakan sebelum menikah. Ya, semua alur kehidupan ini dijalani saja seperti air yang mengalir. Setelah menikah aku benar-benar merasakan hidup baru yang sebenar-benarnya, karena memang semuanya serba baru yaitu: hidup terpisah dari orang tua dan saudara kandung, pindah rumah dari rumah orang tua di Depok ke rumah suami di Semarang dan dari seseorang yang sibuk bekerja diluar rumah menjadi orang yang sibuk bekerja mengurus rumah. Karena pindah kelain kota itulah maka saya tidak berminat untuk mencari pekerjaan baru, terlebih lagi setelah mempunyai anak, sangat sulit sekali rasanya berpisah walau hanya dalam hitungan menit. Ya, ternyata kedua anakku telah menyita waktu dan perhatianku, apalagi jarak usia mereka yang hanya terpaut 23 bulan. Jadi hari-hariku selalu dilalui dengan aktifitas yang sangat sibuk dan menyenangkan.

Meskipun demikian, kadangkala rasa bosan melanda jiwa. Ingin rasanya mempunyai waktu luang untuk memanjakan diri sendiri atau sedikit terbebas dari rutinitas, tapi kembali lagi mengingat bahwa apabila kita ikhlas dalam menjalankan suatu pekerjaan akan banyak sekali pahala yang  diperoleh. Maka acara-acara dilingkungan tempat tinggal seperti: arisan pkk, pengajian dan bergabung dengan suatu organisasi bisa menjadi alternatif  saya untuk  menghilangkan kejenuhan, bersosialisasi, bertukar pikiran dengan teman-teman dan lain-lain.

Hari demi hari pun terlewati tahun berganti, tak terasa kedua anakku kini sudah memasuki usia sekolah. Sudah di rencanakan bahwa aku akan kembali menyibukkan diri di luar rumah bila kedua anakku sudah sekolah. Walaupun masih memperhitungkan waktu kerja yang kira-kira tidak akan menyita waktuku terlalu lama. Setelah berdiskusi sedikit dengan suami, akhirnya saya bisa kembali bekerja setelah  6,5 tahun menjadi ibu rumah tangga full time. Ya, karena anak-anaku kini sudah mempunyai “dunia” baru disekolahnya, maka saya juga ingin mempunyai “dunia” baru dilingkungan tempat kerja. Untuk beberapa jam kami berpisah setelah itu kami kembali berkumpul di “dunia” kami untuk saling menceritakan pengalaman kami hari itu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: