Selamat tahun baru 2010. Alhamdulillah segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah memberikan nikmat sehat walafiat dan nikmat usia sehingga masih bisa merasakan kehidupan di dunia yang hanya sementara ini.
Detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun…waktu terus berputar dan tidak akan berhenti selama masih ada kehidupan di dunia ini. Waktu yang terus berjalan terasa sangat cepat, sehingga tanpa saya sadari tahun telah berganti.
Mengenang tahun baru sebelumnya (2009) ada beberapa hal yang benar-benar saya niatkan untuk mencapai keberhasilan selama satu tahun tersebut. Dan Alhamdulillah Allah memberikan banyak kemudahan bagi saya untuk mewujudkan keinginan itu. Dan saya juga berharap agar Allah tetap memberikan curahan rahmat dan kasih sayang-Nya sepanjang tahun 2010 ini.
Diawal tahun ini saya banyak sekali mendapatkan pencerahan dari buku Zero to Hero karya Solikhin Abu Izzudin. Ada satu tema yang banyak memberikan saya inspirasi dalam mewujudkan keinginan saya untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah di tahun 2010 ini.
Yaitu tentang Cita-Cita Dunia. Salah satu bentuk ungkapan cita-cita adalah doa. Doa itu adalah wajah cita-cita kita. Namun sudahkah kita menghayati cita-cita kita itu? Lalu tahukah kita apa sebenarnya yang kita citakan? Berikut ini ada beberapa contoh cita-cita dunia dari buku Zero to Hero yang akan saya jadikan cita-cita saya di 2010 ini:
- Memiliki hati yang bersih.
- Mampu beribadah dengan baik dan benar sebagai rasa syukur dan membuka pintu-pintu kebaikan dan kebahagian yang lebih besar.
- Memiliki penghasilan yang cukup untuk memenuhi kehidupan sehari-hari dan menghindarkan diri dari kehinaan.
- Lisan yang selalu bersyukur.
- Dibebaskannya hati dari segala penyakit hati seperti iri, dengki, sombong dan prasangka buruk.
- Tulus dalam berbagi, berbakti, mengabdi dan memberi sehingga hati benar-benar memiliki kebaikan diri sebagai investasi dan tidak tamak dengan apa yang dimiliki orang lain.
- Mampu mengambil peluang-peluang kebaikan.
- Memiliki kemampuan mengambil hikmah dan ibrah dari setiap peristiwa
Itulah beberapa cita-cita dunia saya di tahun 2010 ini. Begitulah hdup itu adalah keniscayaan, kematian itu kepastian dan bercita-cita mulia itu adalah pilihan. Dan setiap pilihan ada resiko yang harus “dibayar”.
Wallahu ‘alam…

Kemudian acara dilanjutkan di dalam ruangan konjen. Acara dimulai dengan mendengarkan gamelan yang dimainkan oleh sebagian besar orang Australia. Kita patut berbangga hati karena banyak orang yang tertarik dengan budaya Indonesia. Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh bapak Budiarman dan pengumuman pemenang juara lomba yang diikuti oleh warga Indonesia diantaranya adalah lomba catur, gaple, golf, tenis dan lalin-lain. Dan yang paling menegangkan adalah ketika diundi kupon yang berhadiahkan tiket Melbourne-Jakarta dari Garuda Indonesia untuk 2 orang. Kemudian yang tak kalah menariknya adalah pertunjukkan tari Jaipong yang mendapat tepuk tangan yang meriah dari penonton dan acara pun dilanjutkan dengan penampilan kembali kelompok gamelan.
Mencari tempat tinggal di Melbourne memang gampang-gampang sulit. Gampang karena umumnya tempat tinggal yang disewakan terdaftar diperusahaan agen rumah dan datanya dapat dilihat di internet. Sulit karena permintaan sewa rumah lebih tinggi dibandingkan dengan ketersediaan rumah, terutama yang berada disekitar kota. Tidak jarang sebuah rumah diperebutkan oleh 40an orang pendaftar, sehingga peluang memperolehnya juga kecil. Ini pula yang memicu harga sewa rumah menjadi semakin tinggi. Sebagai perbandingan kasar, harga sewa per bulan sebuah flat 1 kamar tidur di Melbourne yang lokasinya kira-kira 5 km dari pusat kota sama dengan harga sebuah netbook baru dengan sistem operasi windows. Pertimbangan harga sewa ini pula yang banyak menjadi dasar pemilihan tempat tinggal, terutama bagi para pelajar yang berkeluarga. Karena kesulitan mendapat tempat tinggal, maka tidak jarang sebuah rumah atau flat dengan 2 kamar tidur dipakai bersama oleh 2 keluarga.
bebas bercerita apa yang diketahuinya.
